Persiapan Menuju Kesuksesan

Persiapan Menuju Kesuksesan

Jika kamu berpikir untuk :
– mencari tambahan income
– mencoba membuka bisnis
– mencari peluang usaha

Ketika memulai itu semua, kita seringkali menemukan kisah-kisa heroik from zero to hero. Dan tentunya cerita itu tidak all size. Tidak berlaku untuk semua orang, kamu harus memutuskan jalanmu sendiri.

…. jadi ingat kasus affiliator yang lagi rame hehehe…

Tapi intinya, kamu harus memiliki persiapan-persiapan sebelum memulai.
Sama seperti pakai helm ketika kamu naik motor.
atau kamu pakai seatbelt sebelum menjalankan mobil.

Belajar dari bisnis yang sukses, perlu dibangun dari 3 hal :
-mindset
-skillset
-systems

Mindset
Jika kamu berpikir bisnis itu untuk bisa bersantai ria, maka untuk pebisnis pemua akan sangat jauh dari pikiran itu. Bisa jadi kamu perlu kerja 15-20 jam tiap hari. Bahkan lebih berat dari seorang karyawan. Lebih rajin dari karyawan teladan, lebih disiplin dari security komplek….

Kamu perlu mengambil keputusan berat sendirian.
Urusan bisnis bisa sampai kebawa mimpi.
Kamu yang bertanggung jawab atas target dan rencana yang udah kamu buat sendiri.

Siap gak punya mental untuk mengatasi itu semua?
Bagaimana kamu mampu mengelola pikiran, perasaan, dan aktivitas setiap hari?

Skillset

Kita bisa saja bermodal semangat, motivasi tinggi, dan sejenisnya ketika memulai. tapi untuk mencapai sebuah titik tertentu kamu perlu membangun dan terus belajar skill-nya.

Mulai urusan marketing, bagaimana meyakinkan prospek, mendelivery produk/jasa, membuat layanan after sales, bahkan lebih mendasar lagi tentang leadship diri dan misi-visi bisnis.

bahkan di satu titik kritis adalah kemampuan untuk melakukan rekrutment sampai delegasi dan kontrol

Systems

Bisnis itu harus bikin sistem, harus ada manajemen, dll.
Itu semua benar.

Itu semua benar kalau bisnisnya udah jalan. Udah ada produknya. Udah ada pelanggannya. Buat apa bikin sistem kalau produk masih belum jelas. Pembelinya juga belum ada hehehe…

Jadi pastikan dulu sudah ada komponennya. Apa barangnya, siapa calon pembelinya, bagaimana bisa calon pembeli mengenal produk kita, jika pakai website, nanti dapetin trafficnya bagaimana, kalau jualan di IG / tiktok / toped, bagaimana dikunjungi orang.

Itu dulu harus jelas…

Selanjutnya kalau sudah punya traffic, bagaimana orang yang tadi tertarik, bersedia menjadi pembeli produk kita. Kenapa mereka mau menjadi pembeli produk kita? karena kualitas? karena percaya dengan penjualnya? karena garansi? karena harganya? karena bonus? atau karena apa????

Setelah kamu menemukan formula :
– mendapatkan prospek
– mengubah prospek menjadi pembeli

Disana kamu perlu memikirkan bagaimana menduplikasi prosesnya.
Melipatgandakan jumlah prospek
Mencoba mencari channel lain
dsb….

Itu dulu, sampai di suatu titik minimal yang kamu inginkan.
Misal targetnya dapat profit senilai UMR setiap bulannya.

Cari proses sebanyak-banyaknya, dan fokus pada aktivitas produktif yang menghasilkan omzet.

Logo, branding, tampilan website, dll bisa dilakukan sambil berjalan…
Bisnis pemula, idealnya bisa secara konsisten naik omzetnya minimal 50% setiap bulannya.

Tentu tidak ada formula jaminan 100% berhasil.
Kamu harus siap dengan plan B, plan C ketika hasil tidak sesuai dengan rencana.
Catat pelajaran berharga apa yang kamu dapatkan dari kejadian tersebut.

Semoga mengharukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.